Kenapa Brand Kosmetik Indonesia Sulit Bersaing di Luar Negeri ?

Hi ! Anw, pernah ga sih kalian ngerasa kalo brand-brand kosmetik Indonesia jarang dikenal di luar negeri ? Jangankan di luar negeri, di Indonesia sendiri, menurut aku brand lokal sering kalah pamor sama brand luar seperti NYX, MAC, Innisfree, Etude House, SK II, dll. Parahnya, kebanyakan masyarakat Indonesia memilih produk lokal karena emang lagi ga ada budget, atau bisa disingkat “karena brand lokal lebih murah.” Padahal menurutku kualitas brand lokal ga kalah loh.

Kalau kalian baca postinganku sebelumnya di 10 Skin Care Steps Ala Korea yang Murah, aku emang sengaja milih produk lokal sebagai skin care routine karena harganya bener-bener jauh lebih murah. Bahkan bisa setengah harga dari produk luar. Di samping kualitasnya yg emang ga kalah sama produk luar.

Di postingan ini, aku pengen nyampein pendapat/hipotesa tentang alasan brand lokal kurang dikenal di luar negeri. Sebenernya sudah pernah aku tulis juga sebagian di sini : KOSMETIK LOKAL VS LUAR NEGERI, PILIH MANA ? . Tapi aku pengen menekankan salah satu alasan paling besar, menurut pengamatanku, yaitu kemasan.

Sebelumnya aku pengen nanya deh, dari toner di bawah, kira-kira kalian bakal pilih toner yang sebelah mana ? Yang kiri atau yang kanan ? Sebelah kiri adalah toner merk Emina (Lokal) dan sebelah kanan adalah toner merk Natural Pacific (Korea).

Kalau aku jelas milih yang kanan ya. Terlepas dari harga dan khasiatnya. Karena yang sebelah kanan lebih terlihat kalo bahan-bahannya emang natural dan “pengemasannya” ngga monoton. Perbandingan di atas adalah salah satu contoh perbedaan mencolok dari produk lokal dan produk luar negeri.

Orang Indonesia mungkin masih mempertimbangkan harga, volume, manfaat, dll. Tapi gimana kalo orang luar negeri ? Orang Amerika atau orang Inggris. Mungkin kemasan bisa menjadi salah satu faktor yang krusial. Di sebuah vlog Korean Enthusiast Youtuber, salah satu faktor utama produk Korea mudah masuk ke berbagai negara adalah karena kemasannya yang cute dan bahkan punya ciri khas sendiri.

Direktur Pemasaran salah satu brand lokal di Indonesia pernah bilang sendiri (kita ketemu di kantornya beliau) bahwa perusahaannya memang tidak mau menghabiskan banyak ongkos produksi hanya untuk tampilan dan kemasan. “Kalau uang produksi dihabiskan untuk kemasan, yang enak perusahaan kemasannya dong. Jadi kami lebih fokus mengembangkan kualitas isinya,” katanya.

Kalo dipikir-pikir bener juga sih ya. Kasian kita nya dong, duitnya banyak mengalir ke perusahaan kemasan. Aku sangat mengapresiasinya.

Pas pulang dari kantornya aku langsung dikasih satu set skincare gitu. Aku sebelumnya ga pernah pake sih, karena emang ga pernah beli. Salah satu alasannya adalah karena kemasannya ga berubah sejak jaman aku SD wkwk. Aku mikirnya , “Kok kemasannya gitu-gitu aja sih dari jaman aku kecil. Jangan-jangan formulanya ga berubah lagi. Padahal kan semakin ke sini wanita butuh formula kosmetik yang lebih wow,” pikirku. Tapi pas nyobain, ternyata skin carenya cocok di aku dan kualitasnya pun menurutku bagus. Oh ya, beliau juga cerita sebenernya perusahaan beliau juga dr dulu menjadi pengekspor rumput laut bagi perusahaan2 kosmetik di Jepang. Wow keren ga sih?

Tapi menurutku sayang aja gitu kalo kemasannya ga unik. Padahal kualitasnya bagus. Karena mungkin “sebagian orang” akan melihat kemasan terlebih dahulu. Kalau memang mereka menerapkan strategi itu untuk masyarakat Indonesia dan emang ga berniat melakukan ekspor, ya ga bisa disalahkan juga.

Padahal menurutku nih ya, kebanyakan wanita suka hal-hal yang ga penting. Karena emang kemasan ga ngaruh apa-apa ke isinya. Tapi buat sebagian wanita, termasuk aku, kemasan adalah faktor pertama yang dilihat. Kesan pertama.

Salah satu trik penjualan online saat ini adalah kemasan (ini aku juga dapat bocoran dari salah satu pengusaha yang omsetnya naik sejak memperbarui kemasan). Kebanyakan cewek, kalo udah suka sama kemasannya, mau semahal apapun dibeli dah. Apalagi sekarang udah jamannya sosmed. Kalo kemasan jaman lampau kan sosmed-able yah wwkwk.

So, itu sih yang menurutku jadi faktor utama “kurang terkenalnya brand lokal di luar negeri” menurut pandanganku. Sebenernya masih banyak faktor-faktor lain (baca : KOSMETIK LOKAL VS LUAR NEGERI, PILIH MANA ? ) Menurut kalian gimana ? Feel free to share your thoughts here yaa. Just comment and thanks for reading πŸ™‚

SEE YOU ON MY NEXT POST ❣️

LogoSample_ByTailorBrands(1)

Iklan

4 respons untuk β€˜Kenapa Brand Kosmetik Indonesia Sulit Bersaing di Luar Negeri ?’

  1. Its not about packaging kalau buat saya, dan saya lebih melihat ke hasilnya dan ingredientsnya. Ini subjektif banget sih. Beberapa toner merk lokal terkenal, ingredientsnya saya liat ada alcohol (ada yang diurutan agak atas), dan parfum. Sekali lagi ini subjektif. Saya punya tipe kulit sangat berminyak, yang kalau ketemu alcohol, apalagi yang di ingredients ada diurutan2 atas, itu justru bikin kulit makin berminyak. Saya mau mengurangi atau mengontrol minyak, jadi saya ngga prefer toner merek lokal itu. Dan saya probadi ngga suka kalau skincare ada kandungan parfumnya, buat apa coba?

    Suka

    1. Bener banget πŸ™‚ saya juga kurang suka dengan kosmetik yang mengandung parfum kecuali body lotion hehe. tapi senengnya sekarang sudah banyak skin care lokal yang non parfume πŸ™‚

      dan untuk kandungan alkohol, saya juga setuju banget. Toner lokal masih banyak yang mengandung alkohol dan saya paling sensitif dengan bau alkohol 😦

      Suka

  2. Kalau ngomongin kemasan, kayaknya tergantung pasar si brand juga sih mbak. Emina dengan kemasannya yang cute dan lucu memang ditargetkan buat remaja dan usia 20an awal. Nah, kalau si Natural Pacific ini targetnya siapa dulu? Jadi nggak apple to apple bandinginnya ya kan πŸ™‚

    Misalkan Emina vs Etude House misalnya yang target pasarnya sama, baru deh bisa dibandingin dengan seimbang. Menurutku produk lokal jaman sekarang juga udah banyak berbenah kok kemasannya, bisa lah disandingin sama merk luar. Coba aja perhatiin merk2 indie atau rilisan terbaru gitu, udah banyak berubah dari, say, 10 tahun lalu.

    Kalau masalah kemasan menarik atau nggak, menurutku sih semakin tua usia seseorang semakin ringkas juga kebutuhannya akan kemasan. Jadi nggak heran kalau produk dengan target market usia muda akan lebih catchy kemasannya ketimbang yang produk anti aging misalnya. Karena semakin tua, yang dicari lebih ke fungsinya, kemasan belakangan yang penting nggak ribet aja.

    Suka

    1. Setuju πŸ™‚ Sekarang emang sudah banyak yang mulai berbenah, tapi yang disayangkan masih jarang brand indo yang ekspor ke luar negeri. ditambah bea masuk yang mahal, brand indo makin susah masuk.
      meanwhile produk indo yang kemasannya lucu-lucu (kebanyakan merk indie), promosinya masih belum masif. kebanyakan orang indo lebih mengenal brand-brand lokal yang udah besar dan tersebar di swalayan dan supermarket.

      emina dan etude house menurut saya juga masih lebih menarik etude house. Bukan hanya dari segi kemasan, tapi dari segi promosi spt poster, video, dll. tapi kalau dibandingkan dengan brand lokal lain, emina justru paling unggul menurut saya untuk sasaran remaja di indonesia.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s